Bolehkah Menggunakan Tafsir Sahabat? Apa Syarat menjadi Mufassir?
Menggunakan Tafsir Sahabat
Yang bisa menafsirkan al-Qur’an hanya Rasulullah SAW. Karena hanya Rasulullah yang mendapatkan wahyu. Lantas, kenapa kita menggunakan tafsir sahabat?Ada beberapa alasan kenapa kita bisa menggunakan tafsir sahabat:
2. Terbebas dari Hawa Nafsu
3. Menafsirkan al-Qur’an dengan al-Qur’an
4. Menafsirkan al-Qur’an dengan as-Sunnah
5. Merujuk kepada perkataan sahabat Nabi SAW
6. Merujuk kepada perkataan tabi’in
7. Menguasai ilmu bahasa arab
8. Menguasai ilmu yang terkait dengan ilmu tafsir (Asbab an-Nuzul, Naskh-Mansukh dsb)
9. Pemahaman yang mendalam
1. Sahabat tidak serta merta menafsirkan ayat qur’an sendirian. Sumbernya adalah Nabi SAW.
2. Ada beberapa sahabat yang diberikan kelebihan ilmu dalam menafsirkan al-Qur’an. Abdullah bin Abbas contohnya.
3. Para sahabat bergaul sangat dekat dengan nabi. Pada saat itu, nabi tidak menjelaskan tafsir dari wahtu yang turun kepadanya secara kata-perkata. Ada beberapa yang sudah menjadi mafhum dikalangan sahabat.
2. Ada beberapa sahabat yang diberikan kelebihan ilmu dalam menafsirkan al-Qur’an. Abdullah bin Abbas contohnya.
3. Para sahabat bergaul sangat dekat dengan nabi. Pada saat itu, nabi tidak menjelaskan tafsir dari wahtu yang turun kepadanya secara kata-perkata. Ada beberapa yang sudah menjadi mafhum dikalangan sahabat.
Syarat Mufassir
1. Sehat Aqidah2. Terbebas dari Hawa Nafsu
3. Menafsirkan al-Qur’an dengan al-Qur’an
4. Menafsirkan al-Qur’an dengan as-Sunnah
5. Merujuk kepada perkataan sahabat Nabi SAW
6. Merujuk kepada perkataan tabi’in
7. Menguasai ilmu bahasa arab
8. Menguasai ilmu yang terkait dengan ilmu tafsir (Asbab an-Nuzul, Naskh-Mansukh dsb)
9. Pemahaman yang mendalam
Comments
Post a Comment